Widget HTML Atas

3 Berita Terpopuler Padang: Investigasi Kematian Karim, Perilaku Menyimpang, dan WFH Bergilir

Berita Populer Kota Padang: Kasus Kematian Pengamen Karim, Fenomena Menyimpang di Sumbar, dan Kebijakan WFH

Kota Padang kembali menjadi perhatian masyarakat dengan sejumlah berita menarik yang dirangkum dalam berita populer. Berikut beberapa poin penting yang menjadi fokus utama.

DPRD Dorong Pemko Padang Bentuk Tim Investigasi Kasus Kematian Karim

Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra, Rachmad Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya mendukung pembentukan tim investigasi khusus terkait kasus kematian pengamen Karim (32). Meski proses hukum sedang berjalan, ia menilai kejelasan penyebab kematian sangat penting untuk menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

“Harus ada pertanggungjawaban. Tidak mungkin seseorang meninggal begitu saja tanpa penyebab yang jelas atau belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Rachmad juga menyebut bahwa Pemko Padang memiliki kewenangan untuk membentuk tim tersebut, sehingga diharapkan dapat mencegah munculnya kasus serupa di masa mendatang.

Keluarga Bantah Korban ODGJ

Ayah korban, Rafles, menegaskan bahwa Karim dikenal sebagai sosok yang baik oleh keluarga dan orang-orang di Pasar Raya Padang. Ia membantah tudingan bahwa anaknya disebut sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Ungkapan ODGJ ini sangat salah, bisa fatal akibatnya, menuduh sembarangan,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kematian Karim dinilai tidak wajar. Hal itu diperkuat dengan surat keterangan dari RS Bhayangkara yang menyebut adanya pendarahan di otak sebagai penyebab kematian.

Karim Kenal dengan Anggota Satpol PP

Menurut kuasa hukum almarhum Karim, Afrinaldo, tim investigasi LBH Cakra Nusantara Indonesia Bersatu menemukan fakta bahwa anggota Satpol PP sebenarnya sudah mengenal sosok Karim di lapangan. Hal ini memicu dugaan adanya kejanggalan dalam proses pengamanan yang berujung pada hilangnya nyawa pria berusia 32 tahun tersebut.

Aksi Tuntut Usut Kematian Karim

Pihak keluarga bersama masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Pasar Raya Padang untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Karim (32), Kamis (2/4/2026). Massa memadati kawasan pusat perbelanjaan tersebut sebagai buntut dari kematian pengamen yang diduga terjadi setelah korban diamankan petugas Satpol PP Padang pada Senin lalu.

Penjelasan Satpol PP

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, menjelaskan kronologi pengamanan pengamen bernama Karim (32). Menurutnya, Karim diamankan petugas pada Senin (23/3/2026) dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026).

Heboh Perilaku Menyimpang di Sumbar, Wako Padang Soroti Pentingnya Penguatan Pendidikan Agama

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menekankan pentingnya memperkuat nilai agama dan budaya sebagai benteng dalam menghadapi pengaruh negatif perkembangan zaman. Ia menyebut, masyarakat Minangkabau memiliki kekuatan pada nilai adat dan agama yang harus terus dijaga, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh pergaulan bebas dan perkembangan teknologi komunikasi.

Pemko Padang Terapkan WFH Bergiliran, Muharlion: Jangan Sampai Kebijakan Ini Mengganggu Pelayanan

Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang diimbau pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai disikapi pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pihaknya telah membahas penerapan kebijakan tersebut dan akan menyesuaikannya dengan kebutuhan daerah, terutama agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengingatkan agar penerapan WFH disertai aturan yang jelas serta pengawasan ketat. Ia menegaskan, tidak semua instansi bisa menerapkan WFH, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik seperti sektor kesehatan.

No comments for "3 Berita Terpopuler Padang: Investigasi Kematian Karim, Perilaku Menyimpang, dan WFH Bergilir"