Dua Orang Terseret Ombak di Pantai Purnama, Satu Hilang
Perayaan Banyupinaruh di Pantai Purnama Berakhir dengan Kecelakaan
Pada hari Minggu, 5 April 2026, perayaan Banyupinaruh di Pantai Purnama, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar berlangsung riuh. Namun, kegembiraan itu terganggu oleh insiden yang menimpa dua warga setempat. Mereka adalah Agus Suarsa Dharma (28) dari Banjar Telabah dan Kadek Aditya (19) dari Banjar Kebalian. Keduanya terseret ombak saat sedang berenang.
Aditya berhasil diselamatkan dan kini mendapatkan penanganan medis di RSU Kasih Ibu Saba. Sementara Agus masih hilang tergulung ombak. Proses pencarian terhadap Agus akan dilanjutkan pada Senin, 6 April 2026.
Seorang saksi, Kadek Wahyu, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, ia bersama dua korban dan sejumlah warga lainnya sempat berenang di pantai sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu, kondisi ombak masih tenang. Setelah puas berenang, Wahyu naik ke daratan. Ia melihat temannya, Aditya, tergulung ombak. Ia juga melihat Agus berusaha menolong.
“Aditya dan Agus ini tidak saling kenal. Sementara Aditya sendiri teman saya. Saat kami berenang ombaknya tenang, tapi tiba-tiba saja ombaknya tinggi, lalu menarik teman saya. Saat itu Agus berusaha menolong,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, saat keduanya tergulung ombak, teman-temannya berusaha menolong dengan melemparkan tali pancing. Tali pancing ini hanya bisa diraih oleh Aditya. Sementara Agus yang jaraknya jauh dari tali pancing tidak bisa menggapai tali tersebut.
Karena itu, Aditya berhasil dievakuasi keluar, sementara Agus hilang tergulung ombak. “Aditya saat dievakuasi masih sadar, hanya saja dia lemas, sekarang sudah dibawa ke RSU Kasih Ibu,” ujar Wahyu.
Beberapa saat kemudian, warga Banjar Telabah berdatangan ke Pantai Purnama. Mereka datang dengan harapan Agus Suarsa Dharma (28) yang tenggelam saat berusaha menyelamatkan orang tenggelam, segera ditemukan. Warga Banjar Telabah sangat dekat dengannya, karena Agus selama ini dikenal sebagai sosok yang baik, suka menolong.
I Wayan Sudarma membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat mendengar kabar Agus tenggelam, dirinya tanpa pikir panjang, langsung menuju Pantai Purnama. Ia pun berharap bisa ikut membantu proses pencarian. Sebab ia mengenal sosok Agus selama ini sangat baik.
“Sosok Agus, anteng dan rajin. Sosoknya memang baik hati, suka menolong. Dia tinggal di Banjar Telabah sudah lebih dari 14 tahun. Saat saya mendengar adanya kabar Agus tenggelam, langsung ke sini (Pantai Purnama). Berharap agar Agus segera ditemukan,” ujarnya.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Pantauan di lokasi, aparat telah datang ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap Agus. Mereka terdiri dari Balawista Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Polsek Sukawati, Satpolairud Polres Gianyar dan anggota TNI.
Pejabat yang hadir dalam pencarian kemarin, mulai dari Kasi Ops Basarnas Bali, Wayan Juni Antara, Kabid Kedaruratan BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, dan Kapolsek Sukawati Kompol I Nyoman Wiranata.
Dibya mengatakan, proses pencarian korban dilakukan dengan melakukan patroli di laut menggunakan rubber boat Polairud Polres Gianyar dan jukung milik Balawista. “Korban terseret ombak sekitar 50 meter dari pesisir. Masih dilakukan pencarian terhadap korban Agus,” jelasnya.
Proses pencarian terkendala cuaca. “Ombak saat ini cukup tinggi, sehingga proses pencarian relatif sulit,” katanya. Pencarian Agus terpaksa dilanjutkan hari ini, Senin 6 April 2026.
Peristiwa di Pantai Cucukan dan Lokasi Lain
Peristiwa pemuda terseret arus juga terjadi di Pantai Cucukan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Korban I Wayan Putra (28) berhasil tertolong anggota Balawista BPBD Gianyar, namun kondisinya lemas.
Di tempat berbeda, BPBD Gianyar juga melakukan pencarian orang hilang di Banjar Bentuyung Sakti, Kelurahan/Kecamatan Ubud pada, Minggu 5 April 2026. Korban hilang bernama I Wayan Saja (60) dan berstatus belum menikah. Korban dikatakan hilang pada Jumat 3 April 2026, pukul 13:00 Wita.
BMKG Rilis Peringatan Gelombang Tinggi
Kabid Kedaruratan BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai. Sebab kondisi ombak saat ini tidak menentu. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan April ini kondisi ombak cukup tinggi, dan biasanya sering memakan korban. Karena itu kami pun meminta agar masyarakat lebih waspada, ketika ombak terlihat besar, lebih baik jangan mandi. Sebab sangat berbahaya,” tegasnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mencapai hingga 2,5 meter, kondisi yang bisa membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan kapal kecil pada pekan kedua April 2026.
Peringatan gelombang tinggi ini berlaku mulai 6 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 April 2026 pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
BMKG menjelaskan, kondisi gelombang tinggi ini dipicu oleh pola angin yang cukup aktif di wilayah Indonesia. Di bagian utara, angin umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 2 hingga 20 knot. Di wilayah selatan Indonesia, angin bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan yang juga berkisar 2 hingga 20 knot.
No comments for "Dua Orang Terseret Ombak di Pantai Purnama, Satu Hilang"
Post a Comment