Seperti yang sudah Saya jelaskan dimateri
sebelumnya.
Jika ada yang merasa jualannya bermasalah, sebelum menjajal strategi-strategi
lain, coba pertama kali periksa trafficnya.
Saya termasuk orang yang percaya bahwa jualan itu
bukan untung-untungan, atau kebetulan.
Jualan laris itu adalah formulanya.
Dan biasanya, kalau hasil jualannya sepi, itu karena trafficnya
bermasalah.
Traffic adalah calon pembeli yang ada di bisnis kita.
Jika
penjualan sepi, biasanya trafficnya kurang tertarget atau jumlahnya kurang
banyak
Traffic kurang tertarget, maksudnya adalah jualan ke orang yang salah alias
bukan ke target pasarnya.
Sepanjang Saya berbisnis, Saya jadi mengerti bahwa setiap produk, itu
sebenarnya tercipta untuk memenuhi kebutuhan masalah yang spesifik.
Contohnya. . .
Orang yang rambutnya mudah rontok, mereka akan pakai shampoo anti rontok bukan
shampoo anti ketombe.
Orang yang sedang haus, mereka akan mencari sesuatu yang menyegarkan
tenggorokan mereka, bukan sesuatu yang membuat tenggorokan kering.
Atau orang yang kelebihan berat badan, lebih cocok dengan suplemen untuk
menjaga berat badan, bukan suplemen penambah nafsu makan.
Kesimpulannya. . .
Setiap produk, punya pasangannya masing-masing, termasuk produk kita.
Kalau kita memaksa menawarkan produk bukan pada orang yang tepat. Ya siap-siap
ditolak.
Orang yang tepat untuk produk kita, itu disebut dengan Target pasar.
Target pasar adalah mereka yang punya ketertarikan besar dengan produk kita,
mungkin membeli, dan punya kemampuan membayar produk yang kita tawarkan.
Jualan ke orang yang bukan target pasarnya, itu seperti memasukan kunci ke
lubang pintu yang salah.
Mau dipaksa seperti apapun, pintu gak akan terbuka.
Sama. Jualan ke orang yang bukan target pasarnya, mau dipaksa seperti apapun,
kalau awalnya gak mau, ya gak mau.
Dapat pembeli belum tentu, dapat capek sudah pasti, hehe.
Saat memberitahu materi seperti ini, beberapa orang masih merasa ragu.
Dalam hati mereka, "Ah ! Produk ku untuk semua orang koq"
Sayangnya. . . itu salah, hehe.
Apa sih produk yang untuk semua orang?
Makanan?
Belum tentu, orang yang suka gurih biasanya kurang suka rasa manis.
Pulsa?
Gak juga, ada golongan orang yang biaya komunikasinya pakai paket pra
bayar
Pakaian?
Apalagi ini, pakaian untuk pria, beda dengan pakaian untuk wanita.
Belum lagi bicarakan corak, warna, model, dll.
Jelas sudah ! Jualan ke semua orang, artinya gak jualan ke siapapun.
Lewat pesan ini Saya berpesan kepada Anda. . .
Sadarilah bahwa yang minat produk Anda bukan sembarangan orang.
Produk Anda itu bagus.
Produk Anda itu menarik.
Produk Anda itu ditunggu banyak orang.
Jadi, tawarkan produk Anda HANYA ke target pasarnya saja.
Nah, jika orangnya sudah tepat, baru bicara jumlah calon pembelinya.
Kalau sudah dijual ke target pasarnya tapi hasil jualannya masih kecil, mungkin
karena calon pembelinya sedikit.
Saya pernah sharing kepada Agen entrepreneurID seperti ini. . .
Orang-orang yang kita tawari produk kita, belum tentu semua tertarik.
Orang-orang yang tertarik, belum tentu semua bertanya.
Orang-orang yang bertanya, belum tentu janji beli.
Orang-orang yang janji beli, belum tentu semuanya ingat bayar.
Orang-orang yang ingat bayar, belum tentu bayar beneran, hehehe. .
Siapa tau disaat mereka mau bayar, ada kondisi dimana mereka harus menahan
uangnya karena ada kebutuhan lainnya.
Kesimpulannya apa?
Kesimpulannya adalah, orang yang minat produk kita, belum tentu semua jadi
pembeli.
Ini hukum pasti, gak terbantahkan dan gak bisa dibantah.
Misal Anda jualan ke 100 orang, belum tentu semua orang itu akan tertarik.
Katakanlah 50 orang tertarik, mungkin ujungnya gak 50 yang jadi beli, pasti
dibawah itu.
Lalu bagaimana cara agar jualan kita laris manis?
Caranya adalah dengan MEMPERBANYAK TRAFFICNYA
Datangkan calon pembeli sebanyak-banyaknya ke bisnis Anda.
Ingat. . .
Jualan ke 10 orang, itu hasilnya berbeda dengan jualan ke 10ribu orang.
Semakin banyak orangnya, semakin besar potensi pembelinya.
Kalau selama ini jualannya sepi, mungkin baru jualan ke ratusan orang.
Coba naikan jadi ribuan, insyaAllah akan naik dengan sendirinya.
Nah, yang Saya coba jelaskan ke Bapak ibu ini adalah konsep.
Bisa jadi, mereka yang saat ini hasil jualannya belum stabil, itu jualannya
masih ke sembarangan orang, dan jumlah calon pembelinya masih sedikit.
Karena itu, langkah awal dalam memperbaiki penjualan adalah memperbaiki
trafficnya. .
Air hanya laku keras dijual ke orang yang sedang haus.
Kalau mau hasil jualannya ribuan, prospeknya harus diatas itu, minimal puluhan
ribu.
Datangkan calon pembeli sesuai target pasarnya, dan
sebanyak-banyaknya.
2 syarat ini bisa terpenuhi, insyaAllah bisnis Bapak ibu akan baik-baik
saja. ^^
Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, cari dimana target pasar dalam jumlah
yang banyak?
Ah, sekarang mah gampang. . . Hehehe. .
Itu ada sosmed, hehe.
Kalau cari calon pembeli, pakai aja Facebook atau Instagram, atau
keduanya.
Kenapa mereka?
Saya jelasin datanya. . .
Saat materi ecourse ini pertama kali dibuat
Jumlah pengguna facebook di Indonesia ada 2 Miliar orang, dan jumlah pengguna
Instagram ada 1 Miliar orang.
Terus?
Terus itu jumlah yang banyak.
Dari data itu kita paham bahwa ada miliaran orang yang berkumpul dalam 1
tempat.
Tempatnya ya di Fb dan IG.
Dari jumlah sebanyak itu, ternyata Indonesia masuk diurutan 5 besar dari
banyaknya jumlah pengguna.
Bayangkan . . .
Pengguna Fb di Indonesia lebih dari 100 juta
Sedangkan pengguna IG di Indonesia lebih dari 50 juta.
Kebayang gak banyak orang-orang itu?
100 juta itu tulisannya gini 100.000.000
Dan 50 Juta itu tulisannya gini 50.000.000
Hehehe
Kalau lihat jumlah pengguna 2 media ini, Saya sering becanda,
Masa dari jutaan orang, dapat 10 pembeli aja gak bisa?
Itu jualannya serius atau sambil ketawa-ketawa sih? hehe.
.
Itu dari segi jumlah, Saya mau bahas sisi yang lebih menarik lagi.
Yaitu dari behaviour alias kebiasaan.
Orang-orang zaman now itu sulit lepas dari gadgetnya. Dan salah satu yang
membuat mereka sulit lepas adalah kecanduannya terhadap sosmed.
Buka sosmed, mereka mencari hiburan, mengisi waktu luang, kepo, dan curhat
Iya kan?
Nah, jumlah pengguna yang tinggi, dan ada unsur kebiasaan.
Kemungkinan besar, target pasar Anda pakai kedua sosmed tersebut.
Ya, mereka pengguna Fb dan pengguna IG.
Kalau mereka memang pakai Fb dan pakai IG, adalah sebuah kesalahan besar
kalau gak jualan disana.
Hehehe. .
Dari penjelasan-penjelasan barusan, Saya ingin tarik pemahaman bahwa
Kalau pakai sosmed buat jualan, kekurangan calon pembeli itu tidak mungkin.
Ya, Sosmed adalah sumber Traffic Tanpa Batas.
Pelanggan di Bisnis Anda baru menyentuh berapa orang?
100?
1.000?
10.000?
100.000?
Tenang saja, masih bisa ditingkatkan koq. Kan jumlah penggunanya jutaan.
Tinggal dari kitanya, memanfaatkan peluang ini dengan baik.^^
Nah, Saya ingin sharing kepada Bapak ibu cara pemasaran di Fb dan IG
secara gratisan (organic)
Yang gratis-gratis aja, kalau tekun praktiknya, insyaAllah menghasilkan.
Caranya gimana?
Ini Saya akan jelaskan tahap demi tahap dibimbingan ini ya.
Saya akan jelaskan dari yang paling awal banget, mulai dari setting akun,
sampai gimana strategi dapat puluhan juta.
Pokoknya Bapak ibu ikuti aja bimbingannya sampai selesai, karena Saya
sharingnya bertahap.
Kalau semuanya dibongkar dipesan kali ini, bisa-bisa overdosis informasi nanti,
hehe.
Nah, dibimbingan kali ini, Saya mau share tahap awalnya.
Apa yang harus kita lakukan kalau mau pakai Fb dan IG untuk mendapatkan
penjualan yang besar?
Langkah Pertama, Menentukan Media
Tentukan dulu Anda mau fokus di Fb atau di IG atau di
Keduanya?
Cara menentukannya, berdasarkan media mana yang paling banyak digunakan
oleh target pasar Anda.
Kalau ternyata target pasar kita aktif di Fb, ya kita pakai Fb.
Kalau ternyata target pasar kita aktif di IG, ya kita pakai IG
Jangan sampai, target pasar kita aktif di IG, eh kita jor joran di Fb.
Gak ketemu, gak maksimal, hehehe
Taunya target pasar pakai media apa caranya gimana?
Dengan riset, dengan kira-kira, atau nyontek
Riset, kita analisa data berdasarkan kebiasaan, usia, aktivitas rutin
Kira-kira, kalau percaya instingnya, pakai ini, hehe
Nyontek, lihat kompetitor yang jualannya persis dengan kita, tapi laris
manis. Pakai media promosi itu.
Kalau ternayata target pasar aktif di keduanya bagaimana?
Ya pakai keduanya, gak usah nanya lagi, hehe
Langkah Kedua, Setting Akun
Setting akun kita menarik dimata target pasar.
Buat apa?
Untuk membangun kepercayaan.
Calon pembeli pasti ragu kalau diminta membeli ke penjual yang labil, yang
pekerjaan di Fbnya Direktur di PT Mencari Cinta, hehe
Jadi, settinglah akun Anda seprofesional mungkin, menyesuaikan dengan target
pasar, agar Anda dipercaya oleh mereka.
Setelah setting akun
Langkah Ketiga, Tambah Follower
Kalau di Fb istilahnya tambah teman
Kalau di IG istilahnya tambah follower
Tapi bukan sekedar teman biasa ya. Pastikan orang-orang yang menjadi teman dan
follower Anda adalah mereka yang memang target pasar Anda. Kenapa?
Karena mereka adalah orang-orang yang melihat postingan kita.
Kalau postingan kita dilihat oleh mereka yang bukan target pasar, ya wajar
kalau dicueki.
Disinilah kegagalan jualan di sosmed dimulai.
Masih ada orang yang bersikeras mengisi teman dan follower mereka dengan
sembarangan orang.
Ya wajar kalau jualannya gak direspon, itu semua karena orang-orang yang lihat
postingannya adalah mereka yang bukan target pasar.
Nah, Bapak ibu jangan seperti itu ya.
Pastikan dan hanya pastikan orang-orang yang berteman atau memfollow IG promosi
Anda adalah mereka yang target pasar.
Kalau bukan, maka langkah-langkah selanjutnya tidak akan maksimal.
Lalu cara membuat sosmed berteman atau di follow oleh target pasar seperti apa?
Sedikit tambahan dibagian ini,
Kalau di IG, tugas kita adalah menambah follower sebanyak-banyaknya tanpa batasan.
Tapi kalau di Fb, tugas kita menambah teman tertarget hanya sampai 3.000 orang
saja.
Koq gitu?
Iya, jadi teman Fb itu ada batasannya.
Akun Fb hanya bisa berteman dengan 5.000 orang, selebihnya yang mau berteman
hanya bisa jadi follower saja.
Nah, Saya sarankan tambah teman manualnya berhenti di angka 3.000 saja, karena
biarkan sisanya datang sendiri. .
Tambahan lagi, saat proses mengisi pertemanan ini, lakukan yang namanya
screening.
Screening artinya memilah teman aktif dan teman gak aktif.
Jadi sesekali, Bapak ibu perlu melihat isi pertemanannya.
Mereka yang gak aktif, di unfriend saja gak papa, agar hasilnya maksimal.
Unfriend pertemanan, bukan berarti kejam ya.
Kalau mereka gak aktif, siapa tau memang gak tertarik dengan kehadiran kita.
Lagipula, kuota pertemanan kan ada batasannya, siapa tau kehadiran kita
menuh-menuhi kuota pertemanannya, hehe.
Selain itu, kita juga harus menyiapkan kuota untuk orang lain yang minat dengan
postingan kita.
Benar kan?
Terus yang di unfriend yang seperti apa?
- Yang isi postingannya menganggu kita. Daripada buang-buang energi, gak usah
berteman saja, hehe - Yang nama dan foto profilenya lebay
- Yang kelihatan akun palsu. Biasanya foto wanita cantik, tapi postingannya
nyeleneh - Yang sudah lama gak aktif
- Yang namanya gak pernah muncul di like dan komen status kita
Sekali lagi, kuota pertemanan terbatas. Jadi isilah
hanya dengan yang potensial saja ya.
Ini agar mengoptimasi kualitas teman-teman Fb kita.
Nah, itu cara tambah teman Fb dan Follower IG.
Kalau tekun melakukan hal diatas, insyaAllah 2 bulan akunnya sudah terisi 3.000
calon pembeli potensial.
Kalau tekun ya. . Kalau nggak, ya resiko tanggung sendiri, hehe.
Koq 2 bulan mas?
Gak ada cara yang lebih cepat?
Hush ! Bangun bisnis koq cepat-cepat.
Emang balapan.
Nikmati dong prosesnya.
2 bulan itu cuma 60 hari koq, gak lama.
Yuk mesra dengan proses bisnis kita. ^^
Langkah Keempat, Interaksi
Mengumpulkan teman dan follower hanya tahap awal saja.
Yang perlu diingat disini adalah, seseorang tidak membeli produk kita, hanya
karena berteman atau memfollow sosmed kita.
Mereka membeli karena percaya dengan penjualnya.
Jadi tugas setelah calon
pembelinya terkumpul adalah buat mereka percaya.
Teman-teman Agen entrepreneurID hapal dengan kalimat Saya yang ini
No Trust, No Sales, No Income
Gak ada kepercayaan, gak ada penjualan, gak ada pemasukan.
Kalau sulit dapat pembeli, padahal calon pembelinya sudah ada. Bisa jadi karena
penjualnya gak dipercaya.
Karena itu, buat calon pembeli percaya kepada kita agar terjadi penjualan.
Kalau gak ada penjualan, artinya gak ada pemasukan.
Nah, yang rekeningnya sering kosong, bisa-bisa itu karena bisnisnya belum
dipercaya, hehe
Buat calon pembeli Anda percaya ya.
Menariknya, kita bisa menggunakan Fb dan IG untuk membuat mereka percaya.
Caranya adalah dengan melakukan interaksi.
Nah, cukup panjang sudah materi hari ini.
Sekarang menutup bimbingan kali ini, Saya ingin jabarkan cara mempraktikan
tips-tipsnya secara maksimal.
Jadi, Saya termasuk orang yang percaya bahwa yang membedakan pencapaian setiap
orang adalah aktivitas hariannya.
Jika ingin membayangkan diri kita dimasa depan, lihatlah dari hal-hal yang kita
lakukan dimasa sekarang.
Coba jawab, waktu kita lebih sering habis karena apa?
Seperti itulah gambaran besar masa depan kita.
Kita gak tau seperti apa masa depan orang yang rajin, tapi kita bisa
memprediksi masa depan mereka yang malas.
Mereka yang kebanyakan main, scroll sosmed buat kepo, banyak tidur, bisa
ditebak akan jadi seperti apa.
Sedangkan, mereka yang memperjuangkan bisnisnya, setiap hari sibuk dengan
bisnisnya, Saya yakin dimasa depan akan memetik buah kerja kerasnya.
Karena itu, lewat bimbingan kali ini, Saya ingin Bapak ibu memperhatikan
aktivitas hariannya baik-baik.
Jangan habiskan waktu dihal-hal yang tidak berguna untuk masa depan Anda.
Kalau Bapak ibu serius ingin dapat hasil yang maksimal dari strategi
organic marketing ini, maka Saya merekomendasikan Bapak ibu melakukan
tambah calon pembeli dan interaksi setiap hari.
Gak perlu terlalu lama.
Tambah calon pembeli dan Interaksi, bisa dilakukan masing-masing 30 menit.
Total jadi 1 jam
Kalau Bapak ibu praktik 1 jam pagi hari, 1 jam siang hari, 1 jam sore
hari, dan 1 jam malam hari.
Maka total praktiknya adalah 4 jam.
Dikurang waktu tidur 8 jam, dan waktu ibadah serta Makan + Mandi 2 jam
Sehari kita masih memiliki 14 jam.
Nah, 4 jam Bapak ibu digunakan untuk praktik strategi Organic
Marketingnya, 10 jam dibuat aktivitas yang lain.
Kalau rutin begitu, insyaAllah bisnisnya akan tumbuh.
Yang penting tekun, tekun dan tekun.