Berita Terpopuler Sumbar: Event Pacu Kudo, Kecelakaan Maut, dan Kebakaran Hebat
1. Bupati John Kenedy Azis Optimistis Pacu Kudo 2026 Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap dampak ekonomi dari Event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026. Acara yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, pada Sabtu (28/3/2026), diharapkan mampu meningkatkan perputaran uang di daerah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir menjadi indikator kuat akan peningkatan ekonomi. Ia memperkirakan jumlah pengunjung tahun ini mencapai minimal 35 ribu orang, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sekitar 30 ribu pengunjung. Dengan banyaknya pengunjung, pelaku UMKM di Padang Pariaman akan mendapat manfaat langsung.
Dukungan dari para perantau juga turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Menurut Bupati, kehadiran mereka membantu mempercepat perputaran uang di daerah. Ia mengatakan bahwa event ini diselenggarakan saat momentum perantau pulang kampung, sehingga memperkuat dampak ekonomi.
Event Pacu Kudo 2026 menghadirkan 76 kuda dari berbagai kelas perlombaan. Bupati menilai peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya dan menyatakan siap menyelenggarakan acara ini dengan baik.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event tahunan ini. Menurutnya, pacu kuda tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap event ini bisa melahirkan bibit-bibit kuda unggulan asal Sumbar yang berprestasi di tingkat nasional.
Di sisi lain, ribuan pengunjung tampak memadati lokasi acara meski cuaca kurang bersahabat. Antusiasme warga tetap tinggi untuk menyaksikan event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (29/3/2026). Acara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan disambut dengan tarian pasambahan dan tambua tansa yang menambah semarak suasana pembukaan.
Pengunjung seperti Indra (29) dan Aliniar (43) mengungkapkan antusiasme mereka dalam menyaksikan event tersebut. Selain pertandingan pacu kuda, event ini juga menghadirkan hiburan seperti penampilan artis Minang Fauzana serta kehadiran aktor nasional Jefri Nichol yang turut menambah kemeriahan acara.
2. Kronologi Pemuda Tewas Tenggelam Saat Siaran Langsung TikTok di Pauh Duo Solok Selatan
Seorang pemuda meninggal dunia akibat tenggelam di embung irigasi Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, pada Jumat (27/3/2026) sore. Diduga korban tenggelam saat melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok.
Berdasarkan video yang beredar, teman korban sempat mencoba memberikan pertolongan, namun tidak berhasil. Korban dinyatakan hilang tenggelam di dalam embung dan kemudian dilakukan pencarian oleh tim gabungan dibantu masyarakat sekitar.
Wahyu (30) membenarkan adanya satu orang pemuda dilaporkan tenggelam di embung dekat dari rumahnya pada Jumat sore. Ia mengatakan bahwa ia menonton siaran langsung tersebut dari rumah dan langsung memanggil kakaknya untuk menuju lokasi kejadian. Korban bernama Ahmad Frenzi yang berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA.
Korban ditemukan meninggal pada pukul 22.30 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka. Tim rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan sampai di lokasi kejadian pada pukul 17.44 WIB dan langsung melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan pukul 22.30 WIB dengan kondisi meninggal dan dievakuasi ke rumah duka.
3. Damkar Payakumbuh Bantu Padamkan Api yang Hanguskan Lima Ruko dan Tiga Kendaraan di Limapuluh Kota
Kebakaran hebat melanda Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Sabtu (28/3/2026). Pemadaman dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Kebakaran diketahui terjadi tepatnya di Jorong Simpang Tiga Kenanga, Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka. Budi Sanjaya, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, menyebut kebakaran menghanguskan lima ruko dan tiga unit kendaraan.
Dalam proses pemadaman, tiga unit armada Damkar Limapuluh Kota dikerahkan, dibantu satu unit dari Damkar Kota Payakumbuh. Sekitar 25 personel terlibat dalam penanganan, bersama unsur kepolisian, perangkat nagari, PLN, serta masyarakat setempat.
Awalnya, Posko Pemadam Kebakaran Mungka menerima laporan adanya kejadian kebakaran di Nagari Sungai Antuan, sekitar pukul 15.34 WIB. Unit berangkat pukul 15.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.25 WIB setelah dilakukan penanganan intensif oleh petugas.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran masih belum dapat ditaksir. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Bangunan yang terbakar terdiri dari lima unit toko dengan kondisi empat unit rusak berat dan satu unit rusak ringan. Selain itu, satu unit mobil jenis Colt T120 dan dua sepeda motor juga ikut terbakar.

