
Bacaan Liturgi Hari Ini untuk Pesta Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman
Hari ini, umat Katolik merayakan Pesta Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman dalam masa Oktaf Paskah. Warna liturgi yang digunakan pada hari Senin dalam Oktaf Paskah adalah putih, simbol dari kebangkitan Yesus Kristus. Bacaan-bacaan liturgi hari ini mencakup kitab Kisah Para Rasul, Mazmur, Injil Matius, serta bacaan tambahan dari Kitab Kisah Para Rasul.
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 2:14,22-32
Petrus berdiri bersama kesebelas rasul lainnya dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang di Yerusalem: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini." Petrus mengingatkan mereka bahwa Yesus dari Nazaret adalah orang yang ditentukan oleh Allah dan dinyatakan melalui mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Meskipun Yesus disalibkan oleh tangan bangsa-bangsa durhaka, Allah membangkitkannya dari kematian. Daud berkata tentang Dia: "Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah." Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan mereka semua adalah saksi atas hal itu.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 16:1-2a,5,7-8,9-10,11
Mazmur ini menyampaikan doa kepada Tuhan untuk menjaga dan melindungi. Penulis menceritakan bahwa Tuhan adalah bagian warisannya dan pialanya. Ia memuji Tuhan yang memberinya nasihat dan hati nurani yang mengajarkan kebenaran. Tuhan tidak menyerahkan dia ke dunia orang mati, dan memberitahukannya jalan kehidupan serta sukacita berlimpah-limpah.
Injil Katolik: Matius 28:8-15
Para perempuan pergi dari kubur Yesus dengan takut dan sukacita besar, lalu berlari untuk memberitahu murid-murid-Nya. Tiba-tiba Yesus bertemu dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Yesus meminta mereka untuk pergi ke Galilea dan melihat-Nya. Beberapa penjaga datang ke kota dan memberitahukan apa yang terjadi kepada para imam kepala. Mereka lalu memberi uang kepada serdadu-serdadu dan meminta mereka mengatakan bahwa murid-murid Yesus mencuri-Nya ketika mereka tidur. Cerita ini tersiar hingga saat ini.
Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman
Selestinus dipilih menjadi Paus pada tahun 422 dan memimpin Gereja selama 10 tahun. Meski penganiayaan terhadap orang Kristen terjadi, Gereja tetap bertahan. Di dalam tubuh Gereja sendiri terjadi perpecahan akibat ajaran sesat dari Nestorius yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah. Untuk menjaga ajaran benar tentang Maria, Selestinus mengundang Konsili Efesus untuk mengutuk ajaran tersebut. Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah karena Yesus adalah Putera Allah. Ajaran sesat lain yang muncul saat itu adalah keraguan tentang perlunya rahmat untuk keselamatan. Selestinus bersama pemimpin gereja lainnya mengkritik ajaran-ajaran ini. Ia meninggal pada tahun 432.
Perayaan dalam Masa Oktaf Paskah
Oktaf Paskah adalah periode delapan hari setelah Paskah yang menjadi momen penting dalam perayaan kebangkitan Yesus. Setiap hari memiliki bacaan liturgi khusus yang mengingatkan umat akan pesan-pesan injil dan nilai-nilai iman. Bacaan-bacaan ini juga membantu umat memahami makna kebangkitan Yesus dalam hidup mereka.
Pentingnya Bacaan Liturgi
Bacaan liturgi hari ini tidak hanya memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Gereja, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan modern. Dengan memahami bacaan-bacaan ini, umat dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjalani kehidupan dengan iman yang kuat.